THE FROG (BP West Java)



BP west Java...


Adalah Echo Flow Station, kurang lebih 3,5 jam perjalanan Boat dari Marunda Jakarta. Salah satu Platform ( katanya ) tertua hasil kerja Putra-Putra bangsa ini,,,"Kok Putra ya,??",(Semoga mereka cepet sadar atas keangkuhan Maskulinitasnya,,dan segera buru-buru pulang untuk segera sujud maaf pada Ibu-Ibu mereka.... ). 

Seperti biasa,setelah semua urusan administrasi plus basa-basi beres,,aku harus mulai lagi meng akrabkan diri dengan begitu banyak tulisan-tulisan peringatan ( menurutku sudah berlebihan) semacam Beware...,Do Not...,Caution...,,etc...bahkan Slippery When Wet di hampir setiap sudut jalan membuatku merasa seperti robot yang harus diatur setiap gerak dan langkahku oleh Remote Control yang mereka pegang.

Bagian dari Intimidasi khusus untuk para Sub_Contractor macam saya ini.Lalu,jangan pernah lupa untuk selalu pasang Ear Plugs apalagi di Area-Area bising,kalau tak mau jadi bahan ocehan pada Meeting besok pagi.Demi Safety !!! Satu-satunya alasan dibalik Provokasi hitam mereka.

"Pokoknya kerja nomer 100,,,Yang penting Safety,!".Begitulah kurang lebih Filosofi yang mereka anut.


"It,s OK",,,Tapi jangan pula karena Safety lalu aku n" rekan harus dibuang tidur di Kapal (Teluk Bajau Mulia ). Sungguh teganya,,,teganya,,,teganya,,,,Biarpun agak nggak terima, namun akhirnya kami setuju setelah adanya "Saksi Kunci" baru yang membawa kesaksian tentang adanya Signal Telepon Selular di atas kapal.

Dengan sedikit berpura-pura sengit,akhirnya kami pun "Turun kelas".Meski akhirnya pula jauh panggang daripada api,boro-boro bisa telepon,yang ada hanyalah caci maki pada Product kebanggaan Telkomsel yang seperti hidup segan dibuang sayang...Benar-benar Sad Ending yang sempurna,sementara Sindrome Mabuk Laut terus menyerang sepanjang malam. 

"The Frog... "Ini yang pengen aku ceritakan",bukan sejenis Binatang dua alam,melompat-lompat lalu bernyanyi di malam buta.Bukan pula Species hewan laut diantara berjuta kekayaan alam nyata yang bangsa ini punya selain Minyak dan Gas bumi...

The Frog disini adalah Personal Transfer Passenger dari Platform ke Boat atau sebaliknya. Bentuknya unik,lucu dengan 3 atau 6 kursi yang saling membelakangi.Nyaris tanpa dinding dan penyekat kecuali selembar Seat Bealt yang telah dianggap cukup sebagai penjaga nyawa manusia.Pergerakannyapun sangat membosankan,jauh dari kreatifitas zaman.Hanya bisa naik turun, kiri kanan oleh Sling besi tunggal yang sekali lagi sudah "dianggap cukup" lalu berhenti di Landing Area nya, begitu seterusnya. Monoton sekali bukan?.

Cukup bikin ciut nyali meskipun jelas-jelas Crane tertempel kokoh di dinding samping Platform.Dengan rentangan 25-30 Meter diatas air laut,selintas seperti jauh lebih menakutkan mengingat Track Record yang tak 100% Clean.

Tapi ya,,,mau nggak mau,,,itulah Product terbaik yang mereka punya,sekaligus meninggalkan era Helicopter yang dianggap terlalu mahal,juga zaman Personal Basket atau cara Swing ala Tarzan yang sudah terlanjur familiar n" Indonesia banget he,,he,,he,,,.

Satu hal yang ternyata lebih bikin orang cepet-cepet ingat pada Tuhannya adalah disini Passenger dipaksa pasif,hanya boleh duduk manis,diam tanpa keleluasaan bersiap membela diri. Bahkan Life Jacket,Helm dan kacamata seperti menjelma sebagai perangkat kematian yang disiapkan oleh Malaikat Pencabut nyawa.

Mungkin disinilah tugas "Iman" untuk meyakini apa yang Logika orang kita benarkan. "Soal mati kan urusan Tuhan!",kalimat pasrah yang sering terdengar ketika sumpah serapah berupa doa-doa telah habis dari mulut mereka...

Ya,,,agenda dalam Gelombang Industri yang menghadirkan Kodok-kodok cetakan berdalih keselamatan sekaligus pengingkaran atas takdir Tuhan.

The Frog yang unik,lucu meski harus menelan korban.
The Frog yang naik turun seirama dentuman Sport jantung " Pasien"nya.

The Frog yang memompa Adrenalin panas,membaur,merancukan batas antara doa & cacimaki laksana Surga & Neraka yang sejenak Tuhan perlihatkan pada mereka.

The Frog yang " Ahh,,,Mati kan urusan Tuhan!".


Malam ini malam terakhir bagi kita....sebuah lagu yang begitu melegenda oleh duet H.Rhoma Irama dan ,,,emh,,emh,,( Tebak hayo,,,siapa,,,???) menjadi lagu Favorit bagi sebagian besar penghuni Boat dengan Rencana sakti besok pagi sudah harus merapat ke Jakarta. Sembari beres-beres report dan perabot,masing-masing sudah siap dengan rangkaian kata-kata termesra ungkapan rindu pada Istri, Anak atau kerabatnya.

Kerja sukses,lalu turun selamat ke darat adalah saat yang begitu dinanti,,,Holiday,,,bercanda dengan belahan hati mereka atau setidaknya membual dengan pacar-pacar mereka ( bukan aku lhoo yaa,,,,) tentang air laut yang indah,Mengasyikan,penuh rindu & Inspirasi ,,,bla,,,bla,,,bla,,, Emhmmmmm.

Dan aku ?,,,Mungkin hampir sama dengan mereka,cepet sampai,selamat dan tetap berbahagia untuk mimpi-mimpi yang belum sempat terajut rapi...Shceduling waktu libur untuk beberapa hal yang kmaren tertunda..."Itu aja,!".

Atau mungkin aku akan coba luangkan waktu lebih banyak untuk menemukan " The Frog " yang sesungguhnya agar aku bisa bebas bercerita,canda,cengkrama tanpa harus takut pada Bencana dan Kematian. Belajar tentang begitu tipisnya perbedaan antara Cinta dan Benci,,,Drama dan Tragedi yang pasti akan terjadi nanti,,, Tentang Kekaguman dan Obsesi ,,,Doa atau Caci Maki.

Juga tentang Hidup dan ..."Ahhh,,,mati kan urusan Tuhan,!!!". 


by : Agusdewi 

Artikel Terkait

Song Writer & Penulis 


Notes Archive